Rabu, 14 April 2010

IMPLEMENTASI SISTEM PERUSAHAAN

productivity (TFP) adalah pengukuran produktivitas yang
melibatkan semua faktor-faktor produksi. [4]
Kegiatan operasional merupakan kegiatan menciptakan
barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada
Heizer dan Render mendefinisikan produktivitas sebagai
konsumen. Kegiatan ini dalam banyak perusahaan
perbandingan antara output, dalam hal ini barang dan
melibatkan bagian terbesar dari karyawan dan mencakup
jasa, dibagi dengan input dalam hal ini sumber daya,
jumlah terbesar dari aset perusahaan. Oleh karena itu,
seperti tenaga kerja dan modal. Argumen yang muncul
kegiatan operasional menjadi salah satu fungsi utama
adalah peningkatan terhadap produktivitas memiliki
dalam perusahaan. [7]
korelasi dengan peningkatan efisiensi perusahaan.
Peningkatan produktivitas dapat dicapai dengan dua cara,
1. Critical Success Factor (CSF) dan Key Performance
yaitu (1) peningkatan input saat output konstan, serta (2)
Indicator (KPI)

peningkatan output saat input konstan. [4]
Rockart mendefinisikan CSF sebagai —the limited number
Pengukuran produktivitas dapat diukur dengan
of areas in which results, if they are satisfactory, will
menggunakan dua metode. [4] :
ensure successful competitive performance for the
organization.“ Dengan demikian, CSF merupakan faktor-
• Produktivitas faktor tunggal (single-factor
faktor keberhasilan kritis berupa langkah-langkah yang
productivity)
harus dilakukan untuk mencapai tujuan bisnis
perusahaan.[13]
Pengukuran produktivitas dengan menggunakan input
tertentu saja. Metode ini menggunakan rumus:
Sebelum menentukan CSF, harus ditentukan terlebih
dahulu tujuan bisnis perusahaan. Ini didapat dari
penjabaran visi dan misi perusahaan. Setelah tujuan
bisnis diketahui, kemudian baru ditentukan langkah-
Output yang dihasilkan adalah barang atau jasa yang
langkah kritis yang harus dilakukan untuk mencapai
dihasilkan melalui suatu proses tertentu menggunakan
tujuan tersebut. Satu tujuan bisnis bisa terdiri dari banyak
sumber daya yang ada. Sedangkan input yang digunakan
CSF, sehingga setelah semua CSF ditentukan maka
pada metode ini merupakan sumber daya secara parsial
dilakukan pengelompokan terhadap CSF yang telah
yang digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa,
ditentukan. [13]
misal sumber daya manusia, mesin, teknologi, dan lain-
lain.
Penggunaan analisis CSF pada penelitian ini ditujukan
untuk mencari faktor-faktor kritis bagi perusahaan dalam
• Produktivitas multifaktor (multi-factor productivity)
mencapai tujuan bisnisnya, dimana faktor-faktor kritis
tersebut akan digunakan sebagai landasan dalam
Pengukuran produktivitas dengan memasukkan seluruh
menentukan variabel terikat.
input yang ada. Metode ini menggunakan rumus:
Untuk melihat apakah implementasi strategi bisnis
perusahaan telah tepat digunakan dalam mencapai tujuan
=
perusahaan, maka perlu adanya referensi atau parameter
Henry Christianto, Riri Satria, Yudho Giri Sucahyo 2
Input yang digunakan pada metode ini biasanya
populasi penelitian yang dilakukan oleh Hitt dan
dikonversi menjadi biaya dalam bentuk nilai mata uang.
Brynjolfsson lebih luas dan lebih heterogen.
[4]



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar